MALIOBORO: Mungkin buat loe yang belum pernah ke jogja pasti udah gak asing lagi dengar Malioboro. Bukan merek rokok yah tapi nama jalan di jogja. Malioboro adalah salah satu tempat paling familiar di jogja dan gue rasa kalau loe punya teman pasti pernahlah upload poto ke sosial media di tempat ini. Foto disini loe bakalan ngantri mau pagi, siang, sore, malam tempat ini bakalan ada orang foto-foto.
NOL KILOMETER YOGYAKARTA: Nah kalau yang ini nol kilometer Yogyakarta. Ini tempat gak ada habis-habisnya manusia(pas gue disini jam 3 malam masih ramai aja manusia di tempat ini). Mulai dari ngamen sulap, mukul2 rebana, dll. Biasanya sih pas malam hari di sini banyak cosplay-cosplay gitu dan untuk foto bareng cosplay cukup bayar Rp5000 untuk 3 kali pemotretan. Di tempat ini juga gue bertemu tempat SMA yang udah 2 tahun gak jumpa dan bernotslagia selama SMA. Namanya notslagia masa-masa SMA pasti gak jauhlah yah dari membicarakan guru-guru mulain dari yang killer sampai yang macemlah pokoknya.
ALUN-ALUN JOGJA: Pernah dengar cerita kalau loe bisa melewati antara 2 pohon besar dengan menutup mata maka hidup loe bakal manjur atau keinginan loe mungkin bisa tercapai. Pas gue ke sini banyak manusia yang mencoba melewati 2 pohon tersebut tapi sangat sedikit yang berhasil. Awalnya gue beranggapan masa sih tinggal jalan lurus aja manusi-manusia ini pada gak bisa! nah setelah prakteknya ternyata emang susah parahlah. Dari situ gue terdiam kemudian foto-foto di tempat mobil-mobil yang berlampu.
CANDI BOROBUDUR: Kalau ini mah kata orang-orang belum ke Jogja kalau belum pernah ke sini. Yak, Candi Borobudur namanya. Walaupun sebenarnyacandi borobudur ini sudah tidak termasuk kabupaten jogja lagi. Di lah. Di sini lumayan panaslah, tapi jangan khawatir karena ada mbak-mbak yang bersedia menyewakan payung dengan harga Rp5000 kalau gak salah.
KALIBIRU: Di antara semua tempat yang gue kunjungi, menurut gue ini tempat yang paling enak untuk refresh otak banget, tempatnya dingin, dan pemandangannya juga gak kalah keren. Tapi gak sahlah kalau gak foto mengabadikan momen di tempat dengan pemandangan seperti ini. untuk mendapatkan pemandangan yang bagus loe harus foto di panggung-panggung (disebutnya spot) dengan biaya yang bermacam-macam tergantung viewnya sih, seperti spot 1, spot2, spot 3, dll. Harga spot yang paling murah kalau gak salah 10-15ribu. Untuk berfoto memang lumayan lama. Gue sendiri waktu itu menunggu 2 jam lebih untuk berfoto di tempat tersebut.
KETEP PASS: Ini pemandangan sebenarnya bagus banget, tapi kayaknya ini bukan hari gue banget jadi gunung merapi yang seharusnya terlihat, dittuupi oleh kabut. Disini juga ada museum Gunung Merapi yang akan menambah wawasan loe.
GUMUK PASIR: Ini padang pasirnya jogja. Gue menempuh sekitar 1 jam 30 menit untuk sampai ke tempat ini. Di sini gue cuma numpang shalat terus poto bentar kemudian langsung cabut.
PARALAYANGAN: Tempat ini tidak jauh dari gubuk pasir. Pemandangan disini sebenarnya bagus banget namun sayangnya moment sunset terelakkan karena kabut yang menutupi cahaya matahari dan juga pantai yang kurang dirawat sehingga warna lautnya gak biru gitu. Dari atas sini loe dapat melihat pemandangan pantai parangtritis.
TAMAN SARI: Untuk dapat foto disini sendirian memang perjuangan banget, soalnya kalau ramai latar belakang fotonya jadi kurang bagus aja. Dan gak sedikit orang yang rela menunggu berlama-lama hanya untuk foto terus upload di sosial media. Gue sendiri nunggu sampai jam 4 sore(pas mau tutup) cuma untuk foto sendiri tanpa gangguan walaupun masih ada terlihat sedikit manusia.
MUSEUM DIRGANTARA: Museum dirgantara ini tempat kunjungan gue terakhir ketika di jogja. Masuk ke sini harus lapor dulu sama TNI gitu, soalnya gue sama temen sempat kena marah karena gak lapor dan tidak lupa harus menitipkan ktp. Biaya masuk museum lumayan murahlah, Cuma Rp4000 dan loe bisa melihat sejarah TNI dan pesawat-pesawat udara yang digunakan zaman dulu.
Berdasarkan pengalaman gue di jogja bisa gue simpulkan bahwa suasana di jogja ini memang pas banget buat pelajar terutama buat loe yang mau melanjutkan kuliah. Orangnya ramah-ramah (walaupun gak dkenal tetap mau nyapa), makanannya murah-murah(ini buat anak kos). Dan jarang kriminalitas ataupun ngelanggar peraturan seperti misalnya ketika gue jam 2 malam berhenti di lampu merah, masih aja mereka taat lalu lintas tidak mau melewati garis zebra cross apalagi nerobos lampu merah.












